Jumat, 24 Desember 2010

Home » » Menelusuri Keindahan Goa Gong

Menelusuri Keindahan Goa Gong

Posted by Ahmad Fajar on 10.54 0 komentar

Gua Gong terletak sekitar 30 kilometer arah barat daya Kota Pacitan, tepatnya di Desa Bomo, Kecamatan Punung. Akses masuk ke tempat wisata tersebut sudah bagus, namun, jalan yang harus ditempuh berkelok-kelok karena menyusuri pegunungan. Nama itu diambil dari nama bukit tempat gua tersebut berada. Konon, di masa lalu, orang-orang di daerah tersebut sering mendengar suara gung –salah satu alat musik Jawa-dari bukit tersebut.
Menyusuri jalan menuju daerah wisata ini sebenarnya sudah merupakan rekreasi tersendiri. Deretan bukit batuan gamping menghiasi sepanjang kiri-kanan jalan. Jalan yang berkelok indah di sisi pinggir bukit membuat lintasan paralel menyusur di antara kehijauan pohon jati. Angin segar menerpa, di atas aspal baru. Mengantarkan kaki menuju parkiran wisata gua Gong, di Kabupaten Punung, Pacitan Jawa Timur.

Panas tiba-tiba menyergap saat tubuh keluar dari kendaraan. Menyadarkan pikiran saya bahwa kini saya berada di salah satu daerah paling keras di Pulau Jawa. Keras karena batuan gamping meloloskan air sampai ke dasar-dasar liangnya hingga terasa sulit sekali bagi orang-orang di sana untuk mencari setetes air saja.
Masuk ke lokasi, ada retribusi yang harus dibayar, sebesar Rp 2.500. Perlahan, kaki melangkah menaiki tanjakan, menuju pintu gua. Di sepanjang perjalanan menuju mulut gua, deretan kios pedagang makanan masih tertutup rapat. Mungkin karena saya datang bukan saat akhir minggu, jadi deretan kios ini terlihat menutup diri saja. Lagipula, memang tak banyak pengunjung yang datang saat itu. Hanya terlihat sekelompok pria dewasa, yang sepertinya hanya ingin melewati rasa penasarannya saja untuk melihat isi perut bumi di daerah desa Bomo ini.
Tiba di mulut gua, langkah sempat terhenti oleh datangnya puluhan orang setempat yang menawarkan jasa. Ada yang menawarkan senter dan layanan pemandu bagi yang membutuhkan. Karena sudah membawa headlamp, saya membeli sebuah buku panduan seharga Rp 3.000 saja, dan memutuskan masuk lorong tanpa pemandu.


0 Responses so far:

Leave a Reply

Ayo utarakan saran atau tambahan atau bahkan kritik lewat Komentar