Minggu, 28 November 2010

Home » » Media Sosial itu Namanya Twitter

Media Sosial itu Namanya Twitter

Posted by Ahmad Fajar on 17.05 0 komentar

Media social kini telah menjadi sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan, baik itu media, produk, ataupun jasa. Sosial Media dapat menjadi sebuah media marketing yang amat dahsyat, dengan mudahnya update terbaru dari produk atau jasa yang kita jual kepada konsumen banyak. Sekarang ini banyak media social yang hadir diantara gemerlapnya dunia maya. Facebook, Twitter, LinkedIn merupakan salah satu dari sekian banyaknya media social tersebut. 

Namun diantara semuanya itu, yang paling memberikan income banyak yaitu twitter. Mengapa twitter? Kenapa ngak facebook atau yang lainnya? Alan Rusbridger, kolumnis teknologi Guardian.co.uk, apada 19 November merilis sebuah artikel mengenai 15 alasan mengapa Twitter bisa menjadi media yang hebat. 

Twitter yang dikembangkan Jack Dorsey yang mulai online sejak 15 Juli 2006 adalah sebuah keniscayaan. Dengan tekanan waktu dan kesibukan, warga di dunia maya ini tidak lagi ngeblog dengan membuat postingan panjang lebar. Cukup berkicau seperti burung tentang apa yang terjadi dan menginformasikan peristiwa yang menimpanya atau orang lain, pesan bisa langsung sampai secara beruntun. Namun lepas dari itu, bagi saya ngeblog tetaplah asik untuk digeluti hhihi.
Pada dasarnya Twitter tidak lebih dari SMS biasa. Cuma bedanya SMS ini di internet. Sebagaimana pesan singkat pada umumnya, ia dibatasi hanya 140 karakter saja. Tapi itu bukan menjadi hambatan bagi Warga Dunia Maya (WDM), justru karena itulah mereka jadi lebih berpikir kreatif atas apa yang hendak mereka sampaikan supaya tepat tujuan. 

Twitter juga kini sudah menjadi media berita atau semacamnya. Coba saja kita lihat, sebelum suatu peristiwa seperti kecelakaan, media formal baik cetak maupun online masih belum memberitakan itu sedangkan di twitter sudah lebih dulu menginformasikannya. Twitter ibaratnya sebagai wartawan online yang siap menyampaikan berita darimana pun dan kapanpun sebelum berita itu mencuat di media massa. Dan juga di Tivi – tivi kita sering melihat iklan tentang artis-artis papan atas untuk terus mengikuti apa saja yang dilakukan oleh si artis itu. Dengan cara yang lumayan rumit, ketik REG(spasi)AGNES kirim ke 0000 hahhh itu basi boi !!. Sekarang kita tinggal follow aja si Agnes, kita langsung bisa tau apa yang dilakukan agnes dari twitternya.

Oke lanjut ke 15 alasan mengapa twitter menjadi suatu media yang harus kita miliki apabila ingin menjalankan suatu usaha.

1. Distribusi yang mengagumkan. Benar, pesan hanya dibatasi 140 karakter, tetapi di dalamnya tersimpan tautan yang mengantarkan siapa pun ke sebuah situs yang alamat domainya sudah dipendekkan. Lewat pesan viralnya, pesan bisa tersebar. Tidak heran setiap situs yang sadar media social melengkapi fiturnya dengan “share on twitter”.

2. Menempatkan peristiwa lebih dahulu. Meski tidak selalu, banyak berita pertama muncul di Twitter sebelum jurnalis menuliskannya. Bahkan breaking news bisa langsung diperoleh di Twitter.

3. Sebagai mesin pencari. Twitter adalah saingan Google. Pengguna Twitter jumlahnya mendekati angka 200 juta tidak lagi mencari informasi dari Google, tetapi langsung memperolehnya dari jutaan tweet yang mengalir setiap saat.

4. Agregat yang tangguh. Twitter adalah feed berita pribadi sesuai keinginan penggunanya. Tautan dimana berita itu bisa langsung dibuka.

5. Bentuk pemasaran yang fantastis. Postingan yang ditulis di web akan lebih cepat tersebar jika di-share di Twitter kerena viral message yang memungkinkan sebuah pesan terus bergulir.

6. Alat reportase yang hebat. Tidak bisa dimungkiri, sekarang banyak wartawan mencari informasi atau ide berita dari Twitter.

7. Rangkaian percakapan. Twitter memungkinkan penggunanya berinteraksi aktif mengenai topic yang dibicarakan.

8. Lebih beragam. Pada media tradisional hanya segelintir pembaca/pemirsa yang bisa memberikan umpan balik, di Twitter setiap orang bisa “berkicau” sesukanya.

9. Menghubah “nada” tulisan. Banyak keberanian menulis/bersuara muncul di Twitter. Orang yang semula aktif mendengarkan menjadi aktif menuangkan gagasan.

10. Hilangnya hierarki lapangan. Tidak semata orang terkenal yang didengar, orang biasa pun memungkinkan berinteraksi secara intens.

11. Memiliki nilai berbada. Untuk informasi, orang tidak lagi bergantung kepada jurnalis professional sebab jutaan tweep adalah “jurnalis” itu sendri yang siap berbagi informasi.

12. Memiliki rentang perhatian yang panjang. Twitter adalah bentuk “kesadaran” baru, bahkan dengan menggukan TweetDeck, pengguna bisa mengatur informasi yang dikehendaki berdasarkan subyek atau pertemanannya.

13. Menciptakan komunitas. Dimungkinkan terbentuknya masyarakat global berdasarkan kepentingan dan minat.

14. Mengubah pengertian tentang kewenangan. Daripada menunggu pendapat pakar yang dimaut/ditayangkan media, Twitter menggeser keseimbangan yang disebut kewenangan “peer to peer”.

15. Agen perubahan. Isu yang diciptakan akan memengaruhi orang lain atau lembaga pemegang kewenangan. Ini yang disebut sebagai kolaborasi kekuatan media!.

Itulah yang tertulis oleh Alan Rusbridger dalam artikelnya. Sungguh menarik bukan kekuatan dari twitter itu sendri. Jika sebuah persahaan memiliki sebuah twitter aktif, maka bersiaplah untuk menjadi apa yang kamu inginkan. Sekarang terbuktikan bahawa peranan dari media social sangatlah penting di era digital ini. Silakan di buat akun twitternya untuk perusahaan atau usaha kamu, jika sudah dibuat, monggo di kembangkan lagi jangan sapai terbengkalai karena begitu hebatnya efek dari Twitter tersebut. :) 




0 Responses so far:

Leave a Reply

Ayo utarakan saran atau tambahan atau bahkan kritik lewat Komentar