Kamis, 02 September 2010

Home » , » Bincang-bincang Eksklusif Bersama Teguh Sudarisman

Bincang-bincang Eksklusif Bersama Teguh Sudarisman

Posted by Ahmad Fajar on 13.40 0 komentar


foto from Facebook.com (punya pribadi pak Teguh)
"I'm dedicating myself to make beautiful travel articles and stunning photographs, finding new destinations, promoting batik and encouraging young people to start making travel articles and better pictures." Teguh Sudarisman dalam Facebooknya.

Pengantar 
Pada kesempatan ini InfoKita akan mengadakan wawancara eksklusif dengan sejumlah pekerja pariwisata, tokoh-tokoh dan pemerhati pariwisata mengenai prospek pariwisata Indonesia khususnya di wilayah terpencil yang minim fasilitas.

Pada awalnya saya merasa pesimis untuk membuat seri wawancara ini namun setelah baca - baca sana-sini di berbagai media atau blog, akhirnya saya tertarik juga untuk melakukan hal yang sama seperti itu. Dan pada edisi perdana ini, saya dapat berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu Travel Writer yang cukup terkenal dan hebat dalam hal tulisannya. Siapa dia? Dialah Teguh Sudarisman. Mungkin ngak banyak orang tahu dengan dia, tapi jika dikalangan media terutama dunia travelling, pasti kenal.

Teguh Sudarisman merupakan Editor in Chiefnya Majalah Liburan dan Escape. Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Managing Direcor di PT Indo Multi Media. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang publishing khususnya bidang travel. Selain itu beliau juga seorang Photgrapher handal.

Silakan coba dibaca tulisan beliau di beberapa Majalah Travel, diantaranya Jalan-Jalan, Jakarta Java Kini, Garuda Indonesia Magazine, Escape, Liburan, dll.

Agar tidak terlalu berpanjang lebar, mari kita sima wawancara bersama Teguh Sudarisman, si penulis yang saya kagumi. :)

Semoga Bermanfaat

T: Tanya 
J: Jawab

T : Bagaimana pendapat anda tentang pariwisata Indonesia saat ini?
J : Pariwisata Indonesia saat ini:
Yang dilakukan pemerintah pusat STAGNAN, hanya program-program PR saja
Yang dilakukan pemerintah daerah hanya pasang portal dan narik retribusi ke pengunjung.
Yang jalan seperti biasa adalah travel agent/biro perjalanan yang setia dengan destinasi-destinasi yang sudah biasa - artinya, mana ada travel agent searching dan mencari destinasi-destinasi baru?
Yang paling aktif adalah komunitas-komunitas wisata, yang mencari destinasi2 baru, menawarkan paket2 wisata murah dan lebih adventurous, dan mempromosikannya ke banyak orang melalui berbagai medium: media cetak, online, Facebook, Mu ltiply, Blogspot

T: Apakah Indonesia memiliki prospek yang cerah untuk bersaing dikancah internasional dalam hal pariwisata?
J : Tidak, kalau yang dilakukan pemerintah hanya seperti sekarang

T: .Mungkin diantara kebanyakan orang hanya mengenal ODTW-ODTW yang terkenal saja belum yang terpencil, Menurut anda apa yang membuat seorang lebih suka mengunjungi ke tempat yang cukup familiar dibandingkan ke tempat yang belum pernah ia kunjungi yang sebenarnya sama bagusnya bahkan lebih bagus?
J: Tidak semua orang pingin yang 'sengsara'. Sebagian orang lebih suka yang leisure, pingin tidur di hotel, wisata belanja, makan di resto yang enak. Ya untuk yg ini menjadi pasar travel agen/biro perjalanan. Yang mau lebih budget conscious dan adventurous ya silakan, banyak komunitas wisata yang menggarap pasar ini (malah sekarang sedang booming)

T : Untuk itu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan daerah terpencil yang masih belum terjamah oleh mata manusia padahal memiliki potensi yang sangat besar?
J : Ya serahkanlah ke traveler, backpacker dan travel writer, travel photographer yang suka jalan, yang bisa menulis dan mempromosikan tempat itu ke orang lain. Sebab kadang meski daerahnya bagus, belum tentu penduduk lokalnya menyadarinya.

T: Apakah anda memiliki atau mungkin sedang mempertimbangkan proyek atau inovasi baru yang secara khusus ditujukan untuk memajukan wisata yang ada di daerah terpencil tersebut?
J : Yang terpencil biarlah buat dinikmati sebagian kecil orang saja. Sebab kalau banyak orang malah jadi rusak. Tadinya saya punya banyak rencana untuk memajukan P. Tidung, tapi karena sudah telanjur ramai, akhirnya dibatalkan.

T: Menurut Anda wilayah mana yang paling berpotensi untuk dikembangkan ke tingkat lebih lanjut dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat sekitar apabila sudah memiliki sarana serta prasarana yang baik?
J : Kalau sarana prasarana sudah baik dan ada daerah yang bagus, sudah pasti wisatanya maju laah. Problemnya kan sekarang banyak daerah bagus tapi prasarananya parah, jadi wisatanya nggak maju. Setiap daerah punya potensinya masing-masing, dan untuk memajukan potensi itu sebaiknya orang daerah itu sendiri mesti ada yang kreatif mempromosikan daerahnya. Kalau di Thailand ada 1 village 1 product, di Indonesia saya punya ide, seharusnya 1 city 1 travel writer, sebab umumnya travel writer-lah yang bisa secara efektif mempromosikan wisata suatu daerah.

Yang sangat potensial menurut saya sekarang ini Kepulauan Seribu, karena jaraknya yang relatif dekat dengan Jakarta, tenmpatnya masih bagus, banyak yang bisa dilihat dan dipelajari --dan juga dikembangkan-- dan bisa dijangkau dengan biaya relatif murah (mau yg mahal jg ada)
 

T: Apa yang membuat anda merasa spesial dari wilayah pilihan anda?
J: Jawaban no. 7 dah menjawab.

T: Seberapa pentingkah peranan masyarakat terhadap wilayah disekitar mereka?
J: Pentinglaaah, terutama untuk pengelolaan wisata berbasis masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan - di mana yang ini masyarakat mesti banyak dididik, karena kalau bisa mengelola wisata tapi tisak peduli lingkungan, tempat wisata itu akan segera rusak.

T: .Saya lihat negara-negara tetangga kita seperti Singapore, Thailand dan Australia berkembang pesat dengan pariwisatanya. Menurut anda apa yang membuat mereka bisa menjadi sukses seperti itu?
 J:  Karena tingkat korupsinya sangat rendah.

T: Dalam catatan saya, Indonesia berada di wilayah coral golden triangle dan Indonesia menjadi jantung dari segitiga emas tersebut. Tapi kenapa Indonesia masih belum maksimal menggarap potensi tersebut?
J: Karena tingkat korupsi di Indonesia tinggi :)) Apa-apa serba dikorupsi, pekerjaan hanya bisa jalan kalo ada uang dan ada yang bisa diambil, jadi pikirannya bukan memajukan wisata tapi apa yang bisa dia dapatkan dari program memajukan wisata itu

T: .Ini mungkin terdengar tidak asing lagi, banyak masyarakat di wilayah tersebut mengeluh akan fasilitas yang belum terpelihara dan tersedia dengan baik. Dalam hal ini kita bicara ke pemerintah. Menurut Anda bagaimana pemerintah dan masyarakat terjalin hubungan yang harmonis antara Pemerintah dan Masyarakat guna membuat pariwisata Indonesia lebih baik lagi?
J: Kembali ke jawaban 10 dan 11

T: Kasih saran dong untuk seluruh elemen masyarakat atau pemerintah?
J: Berpikirlah untuk wisata yang sustainable, berkelanjutan. Sekarang ini orang umumnya pingin dapat cepetnya aja, nggak pemerintah, nggak masyarakat. Pinginnya dapat uang segera, tapi jarang melakukan upaya-upaya perlindungan dan pemeliharaan agar tempat wisata itu bisa terus lestari dan berkembang. Ini aja deh saran saya.
 
T: .Yang terakhir, Pasti tau dong Pulau Komodo dan juga pasti tau ada pemilihan new7wonders dan Pulau Komodo mewakili Indonesia masuk ke putaran final. Sudahkah Anda memvote Pulau yang satu ini hhe?
J: Enggak, saya nggak vote. Saya nggak pingin nanti jadi terkenal banget dan orang2 pada berbondong2 ke sana. 

Mengandalkan peranan Travel Writer atau Travel Photographer salah satu wujud yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk lebih mengenalkan pariwisatanya. Begitulah kiranya pesan yang dapat kita petik dari wawancara ini. Dan Pak Teguh Sudarisman sudah membuktikannya. Bagaimana dengan Anda?

Saya tunggu pendapat Anda di kolom komentar. :)
*Nantikan Bincang-bincang berikutnya bersama tokoh yang tak kalah hebatnya..


Note: Sebelumnya saya minta maaf kepada yang bersangkutan karena ada beberapa yang salah dan juga terima kasih kepada Ibu Virgina Veryastuti karena sudah mengingatkan saya akan hal itu.


0 Responses so far:

Leave a Reply

Ayo utarakan saran atau tambahan atau bahkan kritik lewat Komentar