Tulisan in ditulis oleh Rizal Ramli di Opini Kompas Cetak mbi9.wordpress.com Saya berandai-andai menjadi Gubernur DKI karena geregetan melihat kemacetan yang luar biasa dan banjir tidak terkendali di DKI. Sudah tentu saya sebelumnya mohon maaf kepada sahabat saya, Gubernur Fauzi Bowo, orang baik dengan tanggung jawab yang sangat kompleks. Saya terpaksa berandai-andai karena kelihatannya tidak ada solusi dan harapan untuk menyelesaikan masalah kemacetan dan banjir. Bangsa yang tidak memiliki harapan adalah bangsa yang mandek, tidak memiliki kreativitas, dan akhirnya terperosok menjadi bangsa yang terus-menerus bermasalah. Saya sendiri bukan ahli tata kota, tetapi sulit membayangkan bahwa hanya dengan memindahkan Ibu Kota, masalah kemacetan dan kesemrawutan Jakarta akan berkurang. Sekitar 20 persen lalu lintas kendaraan dari dan ke Jakarta terkait dengan kegiatan Pelabuhan Tanjung Priok. Adalah lebih bermanfaat untuk memindahkan kegiatan pelabuhan utama Republik Indonesia...
Generasi Muda Indonesia yang Kreatif