Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Puisi Untuk Yang Tercinta

Dalam mata gelapku Ku melihat setitik cahaya cerah Menerangi seisi ruang kosong tak berpenghuni Menerobos keluar melalui lubang - lubang fentilasi udara Menuju satu tempat Tempat penuh pengharapan dan pengabdian serta kesetian Berjalan menelusuri alur air Kutelusuri dari hulu hingga hilir Mencari suatu hal yang dikatakan cinta Kedigdayaan akan rasa kasih sayang yang teramat sangat Gunung - gunung menjulang Mentari mengintip dari sisi kosong yang diapit dua gunung Kemudian langit pesta warna dalam senjakala Kuteringat wajah ceriamu ditengah kesedihanku Semua rasa sedih ataupun duka sirna sudah ketika kau ada Kurangkai untaian tali temali cinta Menjadi suatu bentuk simpul yang indah nan mempesona Lalu ku ukir serta ku letakkan di sela dompet kumalku Agar tetap teringat akan kau hatiku Engkau adalah bidadari yang menyamar Membawa kegembiraan dan kenyamanan tiada tara Membingkaikan suatu peristiwa dengan begitu indah Menerangi apapun yang gelap Memberikan rasa se...

Puisi Untuk Emak

Emak Wajah kasih sayangmu mewakili isi hatimu Senyum ikhlasmu menggoreskan kegembiraan di hatiku Kau tempa aku dengan segala upaya benar Untuk menjadikan anakmu kelak orang yang berguna Bagi Nusa, Bangsa, Agama dan keluarga Emak Ingin rasanya ku ajak dirimu pergi ke Tanah Suci Kugandeng dirimu mengitari keagungan Ka'bah Sambil membaca doa serta kalimat asma Allah Serta mencium harumnya Hajar Aswat Emak Semangat yang kuat tak kenal lelah ataupun letih Terukir dalam mata berbinarmu Mencurahkan segala rasa tentang arti seorang Ibu Ibu yang selalu berusaha keras untuk keluarga serta anaknya Emak Saatku sedang membutuhkan uang banyak Kau rela menjual barang atau meminjamkan uang hanya untukku Sungguh kau berhati mulia wahai emakku tercinta Jasamu takkan pernah bisa kugantikan walau kuberi emas segunung pun Emak Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu Sampai aku tertidur, di masa kecil dahulu Lalu doa - doa serta elusan tanganmu baluri sekujur tubuhku Emak ...

Semangat !!

Tubuhku terasa sangat berat Bagaikan sedang menopang beban 10 ton Punggungku karatan yang tak diurus Kepalaku seperti sirine polisi yang berisik bukan main Sebentar lagi langit akan berpesta warna Menunjukkan akan bergantinya waktu Kucoba hampiri asal muasal cahaya itu Namun tak kunjung sampai Sepertinya hari ini pun akan turun hujan  Menghentikan aktifitas yang telah di emban Sambil menemani kesepian bangkuku Ku buatkan saja secangkir teh hangar untuk diriku Untuk mensirnakan rasa sepi dinginku Langkah kakiku kian hari kian tak menentu Berjalan menelusuri lorong - lorong kotor dipinggiran kota Memantau sembari mencari orang yang senasib Kehilangan Semangat. Kemudian kutanya pada diriku lagi Mana semangatmu? Mana gairahmu ? Ayo sisingkan bajumu kawan Raih kembali semangatmu yang telah lepas Semangat akan hidup lebih baik Ahmad Fajar Jakarta, 18 Feb 2011