Langsung ke konten utama

Peringkat Universitas Berdasarkan Webomatrics

Universitas di dunia memiliki peringkat. Mulai dari angka terkecil satu sampai yang terbesar. Banyak factor yang mempengaruhi peringkat suatu universitas tersebut. Dan banyak juga lembaga yang mengeluarkan peringkat tersebut. Salah satunya adalah webometrics, sebuah lembaga penyusun peringkat perguruan tinggi yang bermarkas di Spanyol. Rilis yang dikeluarkan setiap 6 bulan sekali tersebut membuat peringkat berdasarkan 4 parameter.

Pertama, Size, yaitu jumlah halaman publikasi institusi yang dapat diakses melalui empat mesin pencari (search engine) resmi seperti Yahoo, Goole, Live Search dan Exalead, penilaian ini berbobot 20 %.Jika salah satu mesin pencari tidak menemukan suatu hal yang di upload oleh suatu universitas tentunya akan berdampak pada penilaian dalam parameter yang pertama ini.

Kedua, Visibility, yaitu jumlah total eksternal link yang khas yang mampu diakses oleh Yahoo, Live Search dan Exalead, berbobot 50%. Bobot ini merupakan yang tertinggi daripada 3 parameter lain. Karena yang ditonjolkan disini adalah bagaimana website universitas dikemas sedemikian rupa sehingga mampu membawa cirri khas yang tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya.

Ketiga, Rich Files, merupakan variasi format yang digunakan untuk mempublikasikan kegiatan akademik misalnya Adobe Acrobat (.pdf), Adobe Post Script (.ps), Microsoft Word (.doc), dan Microsoft Power Point (.ppt), kesemuanya berbobot 15%. Ketekunan dan juga kejelian sangat diutamakan, karena satu file saja sangat berpengaruh pada penilaian.

Keempat, scholar, yaitu jumlah paper dan referensi untuk setiap domain yang dapat diakses melalui Google. Hasil dan scholar database ini merepresentasikan paper, laporan, dan kegiatan akademis lainnya, bobotnya 15%. Ini menunjukkan seberapa banyak laporan penelitian dan sejenisnya berhasil diakses oleh mesin pencari Google.

Dari perhitungan yang dibuat oleh webometrics, diperoleh sekitar 6000 perguruan tinggi dari berbagai Negara mendapatkan penilaian dari webometrics tersebut. Universitas yang ada di Indonesia peringkat terbaik pada posisi 583 dunia dan peringkat terendah pada posisi 5724.
Mungkin dengan adanya penilaian seperti ini, para calon mahasiswa seperti saya bisa dijadikan sebagai suatu acuan atau patokan untuk memilih perguruan tinggi mana yang cocok dengan diri kita sendiri. Sekarang saatnya kita memilih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beasiswa D2, D3, dan S1 ke Jepang 2013/2014

Akhirnya beasiswa D2, D3, dan S1 untuk tahun ajaran 2013/2014 kembali dibuka juga. Akhir-akhir ini, kita paling sering mendapat pertanyaan seputar beasiswa ke Jepang ini, apakah tahun ini kembali dibuka, apakah rutin diadakan setiap tahunnya, dll. Sempat bikin kita ketar-ketir juga, soalnya tanggal pembukaan beasiswa ini sedikit mundur dari tahun kemarin. Padahal program yang rutin diadakan oleh Pemerintah Jepang setiap tahunnya ini merupakan beasiswa favorit teman-teman, terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan setiap kali ada informasi seputar beasiswa ini. Persyaratan Umum Lahir antara 2 April 1991 dan 1 April 1996 Lulus SMA dengan nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal: 8,4 untuk jenjang S1 8,2 untuk jenjang D3 8,0 untuk jenjang D2 Program Studi Pilihan D2 mana masa belajar adalah 2 tahun (termasuk belajar bahasa Jepang selama 1 tahun). Civil Engineering and Architecture; Electrical and Electronic Engineering; Wireless Communicatio...

Online hate speech could be contained like a computer virus, say researchers

Artificial intelligence is being developed that will allow advisory ‘quarantining’ of hate speech in a manner akin to malware filters – offering users a way to control exposure to ‘hateful content’ without resorting to censorship. The spread of hate speech via social media could be tackled using the same ‘quarantine’ approach deployed to combat malicious software, according to University of Cambridge researchers. Definitions of hate speech vary depending on nation, law and platform, and just blocking keywords is ineffectual: graphic descriptions of violence need not contain obvious ethnic slurs to constitute racist death threats, for example. As such, hate speech is difficult to detect automatically. It has to be reported by those exposed to it, after the intended “psychological harm” is inflicted, with armies of moderators required to judge every case. This is the new front line of an ancient debate: freedom of speech versus poisonous language. Now, an ...

Inilah Juara Lomba Foto Satwa International 2012

Seperti pada tahun tahun sebelumnya, Taman Safari Indonesia bekerjasama dengan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan PT. Datascrip, menyelenggarakan kegiatan lomba foto satwa tingkat international. Lomba Foto Satwa ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia 5 Juni serta Hari cinta Puspa dan Satwa Nasional 5 Nopember, untuk memperebutkan hadiah senilai total 160 juta rupiah. Pada lomba foto satwa tahun ini yang merupakan ke 22 kalinya, panitia mengusung thema: Keindahan satwa dari mata Kamera. Penjurian berlangsung terbuka pada hari Kamis, 18 Oktober 2012 di Ruang Sidang Safari Lodge, Taman Safari Indonesia. Penjurian dilakukan mulai pukul 10.00 dan berakhir pada sekira pukul 16.00. Juri yang terdiri dari para praktisi photo telah memilih karya Narsiskus Tedy sebagai juaranya. Obyek photo Singa yang menjadi andalan photographer dari Bandung ini mampu memnyisihkan 11.304 lembar photo yang lain. Foto yang berjudul loves scream terseb...